Era Digital Cetak Buku Tetap Semarak
cetak buku tetap semarak di era digital

Pada era digital, e-book reader ataupun perangkat digital sejenisnya yang begitu ringkas bisa menyimpan ratusan bahkan ribuan “buku” dalam satu perangkat. Secara fungsi, e-book dan buku cetak memiliki fungsi yang serupa satu dengan lainnya, meskipun demikian masih ada beberapa alasan orang masih menyukai buku cetak dibandingkan media digital membuat kebutuhan cetak masih tinggi meskipun perkembangan teknologi telah mengejar. Bagi pecinta buku, cetak buku secara fisik dalam bentuk hardcopy dirasa memiliki senasasi “pengalaman” tersendiri yang lebih menyenangkan dibanding buku digital.

Mengapa Cetak Buku tetap diminati?

 1. “User Experience” Kertas pada Buku Cetak

Banyak orang yang masih menyukai sensasi pengalaman menyentuh dan membalik setiap halaman kertas yang lembut dibanding menyentuh layar perangkat digital. Poin ini bersifat subjektif, ada beberapa orang yang tidak merasakan sensasi tersebut maka mereka lebih menyukai membaca buku menggunakan e-book reader, kemungkinan oring-orang yang sudah merasakan produk digital dari kecil.

2. Corat-coret

Membuat catatan kecil pada buku catatan sangat dipermudah dibandingkan dengan buku digital. Pada buku cetak, kita dapat menggunakan pensil atau pena berwarna (stabillow) untuk menyoroti, menambahkan simbol atau gambar, dan lain-lain. Fitur ini sangat terbatas pada buku digital yang hanya mampu menyoroti baris, menandai halaman, dan menambah catatan.

3. Pengalaman Mencari Buku di Toko Buku

Keluar masuk toko buku, sembari mengintip  sedikit isinya, memilih dan memilah buku dengan membolak baliknya di deretan rak-rak buku adalah nuansa yang tidak di dapat pada toko digital. Lelahnya jalan mencari buku cetak tidak selelah membaca buku di depan layar.

4. Buku Cetak Lebih Sehat

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa melihat layar dalam jangka waktu yang lama dapat memberikan dampak yang buruk pada mata seseorang, dikarenakan layar pada perangkat e-book reader memancarkan cahaya untuk menerangi layar dan membuat tulisan dapat terlihat dengan jelas. Bagi pembaca buku cetak, hal tersebut bukan menjadi masalah sebagaimana halaman kertas tidak memancarkan cahaya, namun memantulkan cahaya dari sumber yang sudah ada seperti lampu dan matahari. Meski demikian pembaca buku masih memiliki masalah yang dapat mengganggu kesehatan mata, seperti membaca di kondisi kurang cahaya dan membaca terlalu dekat yang dapat mempengaruhi kesehatan mata.

5. Membajak Cetak Buku lebih butuh modal

Masalah yang sudah ada bahkan sebelum buku digital adalah  pembajakan. Buku cetak memang rawan akan ancaman pembajakan buku dengan banyaknya oknum yang ingin memiliki buku fisik dengan fotocopy buku fisik menjadi cetakan yang lebih murah dibanding membeli di toko buku. Namun keberadaan buku digital berpotensi lebih mudah dibajak dibandingkan buku cetak. Buku yang ada pada buku digital dapat dengan mudah disalin hingga ratusan hanya dengan program sederhana pada komputer.

Sampai saat ini buku masih menjadi salah satu kebutuhan cetak  yang digandrungi  banyak orang. Percetakan Lima Warna juga masih banyak menerima cetak buku baik itu buku bacaan, novel, karya ilmiah , diktat, majalah, buku sekolah, buku panduan, buku kenangan, buku cerita, dan sejenisnya. Harga cetak buku juga bervariasi tergantung quantiy, ukuran, jenis kertas dan lainya. Perlu info cetak buku? Klik disini